Cerita Pendek - Mengapa Harus Kuliah Daring
Mengapa Harus Kuliah Daring
Karya : Jelita Manurung
Aku adalah salah satu mahasiswi baru angkatan 2021 yang diterima di Universitas Maritim Raja Ali Haji. Inilah sepenggal cerita tentang sebuah kehidupan baru yang aku alami, yang juga dirasakan oleh ratusan bahkan ribuan mahasiswa lainnya. Sebuah kehidupan yang penuh dengan suka duka kuliah daring dimasa pandemi covid-19. Selama berlangsungnya kuliah daring banyak cerita yang menarik untuk diceritakan.
Pertengahan liburan kuliah semester kemaren aku masih berada di Tanjungpinang bersama teman ku yaitu si Putri dan Vivian. Kami berangkat ke Tanjungpinang untuk mengurus lirs dan keperluan lainnya. Kami juga mendengar isu-isu bahwa akan ada beberapa fakultas yang akan kuliah offline (Secara tatap muka). Selang beberapa hari kami di TanjungPinang teman ku si Vivian pun pamit kepada kami untuk pulang duluan ke Batam dikarenakan urusannya di TanjungPinang telah selesai semua dan juga orangtuanya menyuruh dia agar cepat pulang.
Beberapa hari kemudian, saat libur kuliah semester kami akan berakhir keluar lah surat edaran dari kampus. Setelah aku membaca surat edaran tersebut yang ternyata fakultas ku masih melakukan kuliah secara daring, tiba-tiba handphone ku berdering dari arah tempat tidurku. Ternyata Bapakku yang meneleponku.
“Halo, boru apa kabar?”.
“Sehat Pak! Orang Bapak sehatnya semua kan?” ucapku sambil bertanya.
“Puji Tuhan sehatnya kami semua boru! Kuliahmu bagaimana boru?” tanya Bapakku.
“Fakultas ku masih online Pak karena virus corona itu jadi hanya beberapa fakultas saja yang offline” ucapku.
“Bah, iyanya” ucap Bapakku sedikit terkejut. “kalau begitu kamu pulang sajalah boru daripada di sana nanti kamu kenapa-napa tidak ada yang mengurus” ucap Bapakku dengan nada khawatir.
“Iya Pak, aku besok pulang! Hari ini aku membereskan barang-barang ku” jawabku
“Hmm, iya boru kabari besok orang Bapak ya, udah dulu yang boru Bapak mau lanjut kerja dulu ya Shalom” ucap Bapakku.
“Iya Pak, Shalom” ucapku sambil menutup telepon.
Esok harinya dipagi hari yang cerah dengan cuaca yang tidak begitu panas aku membantu membereskan kost teman ku yang kutumpangi ini agar terlihat lebih bersih dan rapih saat kutinggalkan. Aku, Dian, dan Putri pun mulai membagikan tugas kami masing-masing. Setelah kami selesai membereskan semuanya aku lanjut dengan menyusun barangku ke tas mulai dari pakaian dan buku pelajaran yang aku bawa saat ke Tanjungpinang. Rasanya ada yang kurang kalau pulang ke Batam tanpa buah tangan. Karena itu aku membeli oleh-oleh khas Tanjungpinang untuk dibawa pulang ke Batam. Setelah itu aku istirahat sebentar di tempat tidurku sembari scroll tiktok dan instagram. Setelah selesai semuanya, aku dan temanku pun langsung berangkat ke pelabuhan untuk segera pulang ke rumah kami masing-masing yang berada di Batam. Saat aku dan Putri sudah duduk di dalam kapal, tiba-tiba handphone ku berdering, dan ternyata Bapakku yang menelepon.
“Halo, sudah dikapal kamu boru?”.
“Sudah pak, ini lagi di dalam kapal” ucapku.
“Oh iyanya boru, hati-hati lah ya diperjalanan nya” ucap Bapakku.
“Iya Pak” ucapku.
“Nanti kalau kapal nya sudah hampir sampai di pelabuhan Punggur langsung kabari abangmu ya!" ucap Bapakku.
“Iya Pak” ucapku.
“Sudah dulu lah ya boru, mau lanjut kerja lagi Bapak, shalom” ucap Bapakku.
“Oke Pak, shalom” ucap ku.
Perjalanan dari Tanjungpinang ke Batam hanya membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam untuk sampai. Setelah kapal yang kami tumpangi tiba di pelabuhan Punggur (Pelabuhan yang ada di Batam) aku langsung berpamitan kepada mereka untuk mencari abangku yang menjemput ku. Setelah aku berjumpa dengan abangku, kami pun langsung bergegas menuju ke rumah. Tak terasa aku dan abang ku telah sampai di depan rumah yang sangat aku rindukan ini. Aku langsung disambut hangat oleh keluarga ku, kami pun melepas kerinduan satu sama lain.
Tak terasa sudah hampir setahun lamanya kuliahku di rumah aja dan rumahku bagaikan kampusku. kuliah daring ada kalanya sangat menyenangkan dan kadang sangat membosankan. Aku bahkan sempat berpikir bahwa daring atau pembelajaran jarak jauh itu menyenangkan, ternyata ekspektasiku tidak sesuai dengan kenyataan. Setiap senin sampai jumat, mulai pagi hingga sore terkadang sampai menjelang maghrib kami kuliah hanya melalui laptop atau hp saja. Memang enak pertamanya, namun belakangan ini mulai agak kewalahan sendiri hal ini membuatku merasa bosan, saat kuliah daring berlangsungpun tidak banyak pelajaran yang dapat kupahami dengan cepat dan baik. Ada beberapa kendala yang harus aku alami saat kuliah daring, seperti kualitas sinyal yang sulit, kalau listrik padam sinyal juga ikutan padam alias mati, belum lagi kalau kuota internetku habis terkadang aku tidak enakan selalu minta kepada orangtua, berasa terlalu membebani orangtua. Dibalik problem-problem yang aku hadapi itu ada enaknya juga yang bisa aku rasakan dimana aku tidak perlu mengenakan baju yang rapi dan duduk tegak mendengarkan materi yang dosen berikan. Namun, yang kurang menyenangkan yaitu terkadang dalam kemudahan belajar online terasa sulit dikarenakan susah mengakses e-learning yang disebabkan sulitnya jaringan dan servernya yang down. Apalagi ditempat saya sering mati lampu membuat sinyal sangat down. Selain itu tugas juga terasa lebih banyak diberikan sehingga aku sedikit repot mengerjakannya.
Setiap hari tugas semakin banyak, kadang aku merasa bingung dengan tugas yang diberikan, bayangkan saja disetiap mata kuliah ada tugas (Tugas membuat video, merevisi jurnal, wawancara, membuat makalah, dan masih banyak lagi) yang wajib dikerjakan dan diselesaikan dengan deadline yang singkat membuatku kesulitan dan merasa terbebani karena pemberian tugas yang tidak diimbangi dengan materi dan melakukan diskusi. Belum lagi presentasi kelompok atau individu disetiap mata kuliah. Belum selesai tugas yang satunya sudah mendapatkan tugas yang baru lagi, itu belum lagi tugas aku di rumah. Di rumah aku harus disiplin membagi waktu antara membuat tugas perkuliahan dan membantu pekerjaan orang tua di rumah, aku merasa kesulitan dalam membagi waktu belajar, bermain, dan melakukan pekerjaan rumah. Bahkan terkadang aku tidak bisa membantu ibuku melakukan pekerjaan rumah. Walau begitu Ibuku tidak pernah mengeluh padahal aku tau Ibu sangat letih. Sama sekali tak pernah terlihat ia lemah, kecuali melalui tatap matanya yang bening. Ibu selalu bisa menjadi pelindung dan memberikan solusi atas semua masalah yang aku hadapi. Ibu menjadi tempat mengadu, menjadi tempat melampiaskan emosi, karena Ibu adalah segala-galanya bagiku.
Hingga suatu ketika Ibuku marah dan selalu mengomel karena aku tidak bisa membantunya mengerjakan pekerjaan rumah. Karena saat itu Ibuku sedang sakit. Pada saat itu, aku sedang mengerjakan tugas untuk dikumpul besok bukan karena aku sedang bermalas-malasan. Ibuku benar-benar emosi dan tidak bisa mengerti seperti apa kondisiku saat itu. Hal itu membuatku merasa benar-benar kesal dan rasanya ingin pergi dari rumah. Untungnya aku bisa menahan emosiku saat itu karena aku sangat sayang dan menghormati ibuku maka dari itu aku mengurungkan niatkku.
Sejak saat itu aku menjadi tidak serius menjalani kuliah daring, di satu sisi aku harus kuliah daring dan di satu sisi aku harus melakukan pekerjaan rumah itu sebabnya aku melakukan banyak kesalahan saat kuliah daring berlangsung. Terkadang aku telat masuk zoom, kalau dosen sudah masuk baru aku masuk, kamera hpku sengaja kumatikan dan microphone-nya kusilent, biar bisa sambil rebahan haha…, ke kamar mandi juga terkadang aku membawa handphone, kadang sambil cuci piring juga, kalau peribahasanya menyelam sambil minum air. Tentunya hal itu membuatku jadi tidak mendengarkan penjelasan dari dosen dengan baik tetapi hal itu kadang-kadang saja kulakukan, tergantung dosen yang mengajar, kalau dosennya baik dan pengertian tidak apa-apa karena beliau pasti mengerti kondisi mahasiswanya dan beliau juga pasti pernah merasakan bagaimana rasanya jadi mahasiswa. Tapi kalau dosennya yang killer dan suka mengomel setiap kulon (kuliah online) aku tidak berani hehe…, karena aku takut terkena semprot dan buat teman-teman juga jangan coba-coba melakukan hal tersebut, karena kalau kamera mati dianggap absen wkwkwk, belum lagi jika ada dosennya yang mengharuskan kameranya on cam.
Akibat ketidakseriusanku dan kesalahan yang kulakukan saat kuliah daring aku jadi tidak mengerti materi pelajaran yang sedang dibahas, bahkan materi yang disampaikan oleh dosen pun tidak ada yang aku catat. Disaat dosen bertanya kepada salah satu teman ku, aku seketika ikutan panik takutnya akan ditanya juga.
Sungguh berat cobaan kuliah daring dimasa covid-19 ini, tapi dibalik duka pasti ada suka. Dibalik duka yang aku alami saat kuliah daring ada suka dan hikmah yang aku dapat dari pembelajaran jarak jauh ini, salah satu contohnya aku mampu menguasai teknologi pembelajaran secara digital seperti aplikasi zoom,edmodo, google classroom, google meet dari yang tidak tahu menjadi tahu cara menggunakannya. Selain itu juga aku bisa melakukan kuliah dimana pun dan kapan pun, tidak perlu berdandan terlalu rapi, dan hemat.
Selain itu, kuliah daring juga dapat melatih dan mengasah kreativitas kita sebagai mahasiswa. Tidak jarang mahasiswa diberi tugas dimana tugas tersebut sangat memerlukan kreativitas contohnya saat diberi tugas untuk membuat video dengan jangka waktu yang sudah ditentukan oleh dosen. Dalam pembuatan dan produksi video tersebut, tentu saja sangat diperlukan ide-ide yang bagus dan kreativitas agar video yang telah dibuat dapat terlihat menarik dan hasilnya maksimal sehingga enak untuk dilihat. Dibalik duka pasti ada sukacita nya dari kuliah daring ini.
Kuliah daring sepertinya akan menjadi kenangan tersendiri di kalangan sivitas Umrah khususnya. Tidak hanya mahasiswa yang mempunyai kesan terhadap kuliah daring. Hal sama juga dirasakan dari kalangan dosen. Dosen yang biasanya mengajar via tatap muka saat ini melakukan penyesuaian dengan teknis presentasi, diskusi, kuis, dan tugas melalui daring. Beragam kesan unik juga dirasakan oleh para dosen.
Akibat dari sistem kuliah daring ini, kita sebagai mahasiswa tentu dituntut untuk dapat belajar secara mandiri dan mempunyai inisiatif dalam mengembangkan segala potensi dan wawasannya. Karena apabila mahasiswa tidak berperilaku demikian, maka tentu bakalan sulit dalam mengahadapi kondisi yang terjadi.
Dibalik itu semua tentu setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda dialami dalam hal menempuh pendidikan selama pandemi covid-19 melanda, aku pun demikian. Terutama bagi mereka yang daerahnya masih sulit menjangkau akses jaringan internet, tentu ada banyak liku-liku cerita yang mereka dapat ceritakan dan rasakan selama menjalani pembelajaran secara online.
Kuliah daring masih menjadi solusi saat ini agar segenap sivitas kampus tetap beraktivitas di rumah hingga kondisi menjadi kondusif. Kita semua harus menikmati, mensyukuri apa yang sedang berlangsung dan menceritakan cerita ini kemudian hari. Kita lebih baik bersabar di rumah dahulu hingga pandemi berlalu.
Itulah suka duka yang aku alami saat kuliah jarak jauh (daring) ini. Hal itu mungkin adalah sebuah tantangan semoga kita terus berusaha dan banyak berdoa agar lebih baik lagi kedepannya, jangan mudah menyerah, semangat terus meraih cita-cita dalam keadaan apapun. Aku harap pandemi covid-19 ini cepat berlalu agar semuanya kembali normal dan semester depan kita bisa bertemu di kampus melakukan kuliah secara tatap muka tidak secara daring lagi dengan keadaan sehat dan bahagia.
***
Terima Kasih kepada teman-teman yang telah membaca cerita pendek yang telah saya buat dan ini merupakan cerita pendek yang baru pertama kali saya buat. Mohon maaf apabila ada kekurangan atau kesalahan dari segi penulisan cerita ini. Maka dari itu saya memerlukan kritik dan saran nya dari teman-teman sekalian agar saya bisa menjadikannya sebagai pelajaran buat saya supaya lebih mengevaluasi dalam menulis. Semoga cerita pendek yang saya buat ini bisa menjadi motivasi untuk kita sebagai mahasiswa yang kuliah nya masih secara daring. Kita tidak boleh patah semangat hanya karena keadaan yang sekarang ini. Ingat tujuan dan komitmen dirimu untuk kuliah ini. Apapun keadaan nya jangan sampe kita gugur ditengah perjalanan ini. Ada cita-cita yang harus kamu gapai. Ingat ada senyuman orangtua mu yang menanti kedepannya.
Semangat kamu pasti bisa!
Realita sekali kawan. Sak2 namapun tak disensor wkwkw. Btw nice story, Jel
BalasHapusMantapppuu Boru 👍
BalasHapus🤩🤩🤩
BalasHapusPembuatan cerita yang unik dan bagus dengan pemikiran penulisan,serta pembuatan kata demi kata untuk cerita nya ��keren, suka dengan cerita nya ��
BalasHapuskeren udah sampe selesai 😭🤌
BalasHapusCeritanya baguss
BalasHapusSemangat kak
ceritanya sesuai dengan yang saya rasakan �� kerennnn jeell, mantappuu jiwaaa!!!
BalasHapusMangatss bebb
BalasHapuskeren, bagus beb tetap semangat oke
BalasHapusTerimakasih bestie w🥺🙌
Hapus��
BalasHapus